Melindungi Anak adalah Tanggung Jawab Bersama: Refleksi Program Protection FREN

 

Pose bersama Forum Anak Desa Kopong

FREN MEDIA - Info Program Protection, Kamis 15 Januari 2026

Anak merupakan kelompok rentan yang hingga hari ini masih menghadapi berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, serta pelanggaran hak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, maupun ruang digital. Kasus perkawinan anak, kekerasan seksual, kekerasan fisik dan psikis, hingga minimnya akses terhadap layanan perlindungan anak masih menjadi tantangan serius di banyak wilayah.

Sayangnya, rendahnya pemahaman masyarakat tentang hak anak, mekanisme pengaduan, serta kewajiban negara dan masyarakat dalam perlindungan anak menyebabkan banyak kasus tidak terlaporkan dan tidak tertangani secara optimal. Dalam banyak situasi, anak berada pada posisi tidak berdaya—takut untuk berbicara dan tidak memiliki ruang aman untuk menyampaikan suara serta aspirasinya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Program Protection FREN yang didukung oleh ChildFund Internasional di Indonesia hadir sebagai upaya sistematis dan berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan anak. Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga menempatkan pencegahan, penguatan kapasitas, dan partisipasi anak sebagai fondasi utama dalam membangun lingkungan yang aman dan ramah anak.

Landasan dan Prinsip Program Protection

Program Protection disusun dengan mengacu pada prinsip-prinsip dasar perlindungan anak yang menempatkan anak sebagai subjek utama, bukan sekadar objek intervensi. Kepentingan terbaik bagi anak menjadi pertimbangan utama dalam setiap kegiatan dan pengambilan keputusan.

Selain itu, program ini mendorong partisipasi bermakna anak, dengan menyediakan ruang aman bagi anak untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, dan aspirasi mereka. Pencegahan menjadi prioritas utama melalui edukasi, kampanye, serta penguatan kesadaran masyarakat tentang isu perlindungan anak.

Pendekatan berbasis komunitas juga menjadi ciri penting Program Protection. Keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan lembaga lokal dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari sistem perlindungan anak. Di sisi lain, program ini juga memperkuat sistem dan jejaring melalui kolaborasi dengan pemerintah, UPTD PPA, PATBM, lembaga layanan, dan organisasi masyarakat sipil.

Seluruh pendekatan tersebut dilaksanakan secara sensitif gender dan inklusif, dengan memperhatikan kerentanan khusus anak perempuan, anak penyandang disabilitas, serta kelompok anak marginal lainnya. 

Tujuan Program: Membangun Lingkungan Aman dan Inklusif

Secara umum, Program Protection bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak melalui penguatan pencegahan dan penanganan kasus perlindungan anak secara terintegrasi.

Tujuan tersebut dijabarkan ke dalam beberapa sasaran khusus, antara lain:

  • meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak serta masyarakat tentang hak anak dan isu perlindungan anak;
  • memperkuat kapasitas anak sebagai agen perubahan;
  • meningkatkan peran masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap anak;
  • memperkuat mekanisme pelaporan dan rujukan kasus;
  • serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam perlindungan anak, mulai dari tingkat komunitas hingga kabupaten.

Pelaksanaan Program Protection

Selama satu tahun pelaksanaan, Program Protection dijalankan melalui berbagai rangkaian kegiatan yang saling terintegrasi. Salah satu fokus utama adalah kampanye dan edukasi perlindungan anak, yang dilakukan secara offline dan online, melalui diskusi komunitas, media sosial, serta kegiatan kreatif yang melibatkan anak secara langsung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang hak anak, pencegahan kekerasan, serta bahaya perkawinan anak.

Konsultasi Anak ( FORADES KOPONG )

Program ini juga memberikan perhatian besar pada peningkatan kapasitas anak, orang muda, orang dewasa, dan komunitas. Melalui pelatihan, kelas edukasi, dan bootcamp seperti Youth VoiceNow, anak-anak didorong untuk memiliki pengetahuan, kepemimpinan, dan keberanian dalam menyuarakan isu perlindungan anak di lingkungannya.

Sebagai wujud komitmen terhadap partisipasi anak, forum dialog dan konsultasi anak diselenggarakan di tingkat komunitas hingga kabupaten. Forum ini menjadi ruang aman bagi anak untuk menyampaikan aspirasi, tantangan, serta rekomendasi kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan anak.

Di sisi lain, Program Protection juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder, seperti UPTD PPA, DP2KBP3A, PATBM, sekolah, dan lembaga layanan terkait. Kolaborasi ini penting untuk memastikan pencegahan dan penanganan kasus perlindungan anak berjalan secara terkoordinasi.

Program ini turut mendukung pendampingan awal dan rujukan kasus, dengan memperkuat mekanisme pelaporan dan memastikan kasus kekerasan terhadap anak ditangani sesuai prosedur dan kewenangan lembaga terkait. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilengkapi dengan monitoring, evaluasi, dan pembelajaran program yang dilakukan secara berkala guna menilai capaian, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan rekomendasi perbaikan ke depan.

Pelatihan Pembuatan Perdes Pemenuhan Hak Anak bagi Kepala Desa, Sekdes, BPD, dan Paralegal/PATBM

Penutup: Melindungi Anak, Tanggung Jawab Kita Bersama

Melalui pelaksanaan Program Protection selama satu tahun, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran, partisipasi, dan kolaborasi semua pihak dalam melindungi anak dari segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hak. Program ini menjadi fondasi penting dalam membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan, dengan menempatkan anak sebagai subjek utama dan agen perubahan di lingkungannya. ( Tim Media ) 

Kontributor : Rini 


Komentar

  1. Luar biasa.. semoga semua desa menjadi desa ramah anak yang juga memprioritaskan kebutuhan anak anak di desa

    BalasHapus

Posting Komentar

Redaksi Menerima Semua Komentar yang sifatnya positif dari pembaca

Postingan populer dari blog ini

Kami Ingin Dilindungi dan Hidup Sehat: Suara Anak Sikka soal Kekerasan Seksual dan Sampah

Menyiapkan Remaja Sehat dari Sekolah: Program Kesehatan Yayasan FREN di 7 SMK Kabupaten Sikka

Salam Awal Tahun dari Tim Redaksi FREN MEDIA